Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan Vokasi Madrasah Dapat Dukungan dari Pemerintah Jerman

By Abdi Satria


nusakini.com-Jakarta-Pemerintah Jerman menyatakan kesiapannya untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan keterampilan (vokasi) pada madrasah. Hal ini disampaikan oleh Perwakilan Kedutaan Besar Jerman Stefann Schnep, saat menghadiri penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Agama dengan Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian, di Kantor Kementerian Agama, Jakarta. 

Penandatanganan yang dilakukan oleh Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin dengan Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan Usaha Kecil Kemenko Perekonomian Mohammad Rudy Salahuddin ini juga disaksikan oleh Perwakilan Duta Besar Jerman untuk Indonesia Steffan Schnep dan Principal Advisor GIZ Phillip Johansen.   

Menurut Stefann, pemerintah Jerman siap membantu Indonesia untuk melakukan perbaikan sumber daya manusia Indonesia melalui pendidikan. “Ini sesuai perbincangan Presiden Joko Widodo dengan Kanselir Jerman Angela Merkel, tiga tahun lalu,” kata Stefann, Senin (01/04). 

Saat itu Presiden Jokowi meminta Pemerintah Jerman untuk dapat membantu pendidikan vokasi di Indonesia, khususnya yang terkait dengan pengembangan industri. Stefann pun menyambut baik penandatanganan nota kesepahahaman antara Kemenag dengan Kemenko Perekonomian yang menjadi langkah awal perbaikan mutu pendidikan vokasi yang ada pada Madrasah Aliyah.

Senada dengan Stefann, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kamaruddin Amin menyatakan bahwa penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan bentuk kontribusi Kemenag untuk meningkatkan sumber daya manusia Indonesia. “MOU ini merupakan tindak lanjut atas Instruksi Presiden nomor 9 tahun 2016 tentang revitalisasi SMK yang tentunya juga madrasah yang bisa berkontribusi dengan meningkatkan sumberdaya manusia indonesia, khusunya dalam bidang vokasi,” kata Kamaruddin.  

“Sinergi Kemenag dan Kemenko Perekonomian ini bertujuan meningkatkan sekaligus menjamin mutu pendidikan vokasi di madrasah melalui skema program Technical and Vocational Education and Training System Reform,” pungkasnya. 

Rudy Salahudin dalam sambutannya menjelaskan bahwa Nota Kesepahaman merupakan upaya Pemerintah Indonesia dalam mempercepat peningkatan kualitas SDM melalui institusi Pendidikan Islam. 

“Kita berupaya agar pengembangan vokasi juga menyentuh Institusi Pendidikan Agama yang jumlahnya banyak dan juga turut menyumbang tenaga kerja dalam jumlah besar setiap tahunnya,” ucap Rudy Salahuddin. 

Principal Advisor GIZ Phillip Johannsen juga menyambut baik penandatanganan MOU tersebut. GIZ, akan turut terlibat dalam program pengembangan vokasi pada Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) dan Madrasah Aliyah Plus Kejuruan. 

GIZ, menurut Phillip akan terlibat dalam tiga hal. Pertama, pembuatan regulasi di bidang vokasi madrasah aliyah. Kedua, training bagi guru dan pelatih vokasi di madrasah aliyah. Ketiga, membangun jejaring (networking) bagi lulusan vokasi Madrasah Aliyah. 

“Dalam jangka pendek, kita akan mulai melakukan kerja dengan memberikan pelatihan kepada 20 Madrasah Aliyah yang ditetapkan sebagai pilot project,” jelas Phillip. (p/ab)